Google

username :
password :
  forgot password?
Updates: Untuk menggunakan fasilitas di website ini, silahkan mendaftar menjadi member. Gratis! • Website dan isinya akan terus kami upgrade. Stay tune yah!
Articles
» Depan » Tokoh & Selebriti

Latar belakang R.A.Kartini bervegetarian
26 Nopember 2007 20:39 wib
Lili Chandrayani
Dear All,

Mungkin kita sering membaca di beberapa jurnal vegetarian bahwa salah satu pahlawan nasional kita, R.A.Kartini adalah seorang vegetarian. Namun tidak banyak dari kita yang mengetahui latar belakang beliau bervegetarian. Berikut ini adalah sepenggal kisah yang saya kutip dari sebuah buku : Tionghoa dalam Pusaran Politik, yang ditulis oleh Benny G.Setiono :

Mengenai Kartini ada satu hal menarik yang jarang dikemukakan pada publik. Dalam surat yang dikirim oleh R.A.Kartini pada 27 Oktober 1902 kepada nyonya R.M.Abendanon-Mandri seperti yang dimuat dalam buku Door Duisternis to Licht, Kartini mengaku bahwa dirinya adalah “anak Buddha” karena kepercayaannya kepada Kongco Welahan (dekat Kudus), tempat berziarah berbagai macam bangsa seperti gunung Kawi di dekat Malang.

Terjemahan surat itu sebagai berikut :

“Saja ada satoe Botjah-Boedha, maka itoe ada mendjadi satoe alesan mengapa saja kini tiada memakan barang berdjiwa. Ketika saja masih anak-anak, saja telah dapat sakit keras, dokter-dokter tidak bisa menolong, mereka poetoes asah. Waktoe itoe, seorang Tionghoa (seorang hoekoeman dengan siapa kita masih anak-anak soeka bersahabatan) tawarkan dirinja boeat menolong saja. Saja poenja orang toea menoeroet dan saja betoel-betoel djadi semboeh. Apa jang obat-obatan dari orang-orang terpeladjar tidak mampoe, djoestroe obat-tachajoel jang menolongnja. Ia menolong saja dengan tjoema-tjoema, saja disoeroe minoem aboe dari hioswa jang dibakar sebagi sembah-bakti pada satoe Tepekong Tionghoa. Lantaran minoem obat itoe saja djadi anaknja Orang Soetji itoe, Santikkong Welahan. Pada kira-kira satoe tahoen jang laloe saja mengoenjoengi Orang Soetji itoe. Ia ada hanja satoe Patoeng Emas jang ketjil dan siang malam dilipoeti asep hio. Bilamana ada berdjangkit wabah penjakit heibat, patoeng ketjil ini digotong-gotong kesana-sini dengan pake oepatjara boeat oesir pengaroeh djahat dari iblis-iblis.”

Yang dimaksud dengan Santikkong sebenarnya Hian Thian Siang Tee atau Siang Tee Kong yang kerap disebut kongco Welahan saja. Kongco Welahan disebut Buddha sudah tentu bukan dimaksudkan dengan Buddha Gautama, tetapi pada umumnya segala toapekong itu berasal dari orang-orang Tionghoa yang pada masa hidupnya menganut agama Buddha atau juga agama Tao.


Dibaca: 2057 kali | Cetak Berita ini | Baca/Tulis Komentar (0)
Sumber: Tionghoa dalam Pusaran Politik, hal 326-327

Baca juga: